Sehabis pulang dari kantor aku melewati ruang tamu ternyata ada teman istriku, aku masuk ke kamar untuk melatakkan peralatan kantorku dan aku kembali ke ruang tamu untuk ikut nimbrung apa yang sedang dibicarakan sama dengan istriku, ternyata tamu yang datang adalah seorang yang mau bekerja di rumahku sebagai pembantu. Wanita ini memiliki umur sekitaran 22 tahunan berparas Cantik, Putih, Bertubuh Proposional Pinggul yang lebar Pantat yang montok dan ditambah lagi payudaranya mengembung besar. Namanya adalah Selly
Enam bulan berlalu sejak Selly Bekerja di rumah kami, aku berbuat mesum dengan Selly sewaktu istriku pergi keluar kota untuk urusan bisnis malam cafenya. Aku melihat Sellyyang sedang berdiri di dapur membelakangi aku yang sedang masuk dapur selesai mencuci mobil.
Aku tertegun melihat tubuh Aidah yang mengunakan baju terusan warna Abu abu agak tipis sehingga terbayanglah tali BH dan celana dalam yang keduanya berwarna Meraah terang menutupi bagian Sensitifnya.
Pantatnya yang padat dan seksi serta betisnya yang putih dan mulus, membuat aku merasa tersedak seakan-akan ludahku tidak bisa tertelan karena membayangi tubuh Aidah yang indah itu. Tiba-tiba Selly berbalik dan kaget melihatku yang baru saja membayanginya.
“Eh..
Bapak, ngagetin saya aja.”
Katanya
“Eh.. Aidah boleh saya duduk, saya mau tau kenapa
kamu cerai, kamu mau menceritakannya ke saya.”
Kataku
“Eng.. gimana yach.. saya malu Pak, tapi bolehlah.”
Katanya
Akhirnya aku duduk di meja makan sementara Selly menceritakan sejarah hidupnya sambil terus bekerja mempersiapkan makan siang untukku. Akhirnya aku baru tahu kalau Selly itu menikah di usia 19 tahun dan sekitaran 2 tahunan mereka bercerai karena suaminya gila main sex dengan wanita lain, mabuk, sering tidak pulang. Aku tertegun mendengar ceritanya sementara Selly seakan mau menangis membayangi jalan hidupnya kulihat itu di matanya sewaktu dia bercerita. Karena rasa kasihanku kurangkul tubuh Selly.
“Sudah, Selly.. jangan nangis.. sekarang kamu
sudah bisa hidup tenangan di sini,
lupakan masa lalumu yah.”
Kataku
“Iya.. Pak.. saya berterima kasih sekali.
Bapak dan Ibu baik.. pada kami.”
Katanya
“Ya.. sudah.. sudah.. jangan nangis terus.. ”
Kataku
Selly menangis dalam rangkulanku.
Air matanya membasahi kausku tapi tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang lain karena kedua payudaranya menyentuh dadaku yang membuat gejolak nafsuku meningkat. Tanpa sengaja bibir mungilnya kucium lembut dengan bibirku yang membuat dirinya gelagapan.
“Aaahh.. Bapak!”
Katanya
Tapi kemudian dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya
memainkan lidahku yang membuat aku makin berani.
“Pak.. sshh..”
Desahnya
“Kenapa.. Aidah..?”
Kataku
“Selly
Kangen Cumbuan seperti ini pak!”
Katanya
Kuangkat roknya dan aku meraba pantatnya yang padat lalu kutarik ke bawah celana dalam warna hitam miliknya sampai dengkul, pahanya kuraba dengan lembut sampai vaginanya tersentuh. Aidah mulai bergelinjang, dia membalas dengan agresif leher dan pipiku diciuminya. Kumainkan jariku pada vaginanya, kutusuk vaginanya dengan jari tengah dan telunjukku hingga agak basah.
“Aahh.. Pak, Gelii sekali deh..”
Katanya
“Selly .. kalau kita lanjutkan di kamar yuk!”
Kataku
“Iyah pak! Selly pengen banget ngentot udah lama gak dimasukin”
Katanya
“kamu bisa aja. iyah bapak bakal puasin memek kamu”
Kataku
Kugiring Selly ke kamarku,
Sampai di kamar kututup pintu dan langsung kusuruh Aidah untuk membuka semua pakaiannya. Selly langsung menuruti keinginanku, seluruh pakaiannya ditanggalkan hingga dia bugil.
Yang agak mengagetkanku karena keindahan tubuh Selly. Selly dengan tinggi sekitar 167 cm memiliki payudara yang kencang dan montok kulit yang putih bersih, pinggul Selly lebar dan pantatnya yang agak besar dan padat dan vaginanya yang ditutupi bulu halus agak lebat membuat tidak bisa menelan ludahku.
“Bapak, baju Bapak juga dilepas dong,
jangan bengong melihat tubuh Selly.”
Katanya
“Selly, tubuhmu indah sekali, lebih indah dari
tubuhnya istriku.”
Kataku
“Ah, masa sih Pak?”
Katanya
Aku langsung menanggalkan pakaianku dan batang kemaluanku langsung menegang keras dan panjang. Kuhampiri Selly langsung kucium bibirnya, dipeluknya diriku, tangan mungil Aidah meraba-raba batang kemaluanku lalu dikocoknya, liang memeknya kusentuh dan kutusuk dengan jariku, kami bergelinjang bersamaan.
“Aahhkkss Gelii pak! Eennakk Mmmhhsss”
Katanya
“Memekmu sudah basah sekali sayang, kamu udah nggak tahan ya”
Kataku
“Ah, iayyhh”
Katanya
Kami menjatuhkan diri kami bersamaan ke tempat tidur. “Selly, kamu mau nggak hisap kontol saya, saya jilatin vaginamu.” Aidah hanya mengangguk lalu kami ambil posisiseperti angka 69.
Batang kemaluanku sudah digenggam oleh tangannya lalu dijilat, dikulum dan disedot sambil sesekali dikocoknya. Liang vaginanya sudah kujilati dengan lembutnya, vaginanya mengeluarkan bau harum yang wangi, sementara rasanya agak manis terlebih ketika bijiklitorisnya terjilat.
“Aahhkkss Gelii pak! mainin dong klentil selly pak!”
Katanya
“hisap terus sayang batang aku, aku pengen entot mulutmu”
Kataku
“Iyyahh pak!! Eennkkk Srruupppttt”
Katanya
Hampir 20 menit lamanya ketika keluar cairan putih kental membasahi liang vagina itu dan langsung kutelan habis.
“Aaakkhh.. aakkhh..”
Rintih Aidah
Ia kelojotan.
Tapi lima menit kemudian
giliranku yang kelojotan karena keluarlah cairan dari batang kemaluanku
membasahi muka Selly. Setelah itu, aku merubah posisi, aku berbaring sedangkan
Selly kusuruh naik dan jongkok diselangkanganku. Lalu tangannya menggapai
batang kemaluanku diarahkannya ke lubang mememknya. Tapi karena lubang memek
Selly yang sudah lama tidak dimasukan sesuatu jadi agak sempit sehinggaaku bantu
dengan beberapa kali sodokkan, baru vagina itu tertembus batang kemaluanku. “Blleess..
jlebb.. jlebb..”
“AAAHKKKSSS SAKIIITTT PAKK!!”
Teriaknya
Kulihat Selly agak menahan nafas karena batangku yang besar dan panjang telah
menembus memeknya.
“Heekkh.. heekkhh.. punya Bapak gede banget sih Pak,
tapi Aidah suka deh rasanya sodokannya sampai perut Aidah.”
Katanya
Tubuh Selly dinaik-turunkan dan sesekali berputar.
Sewaktu berputar aku merasakan kenikmatan yang luar biasa.
“Selly, memekmu enak sekali, batangku kayak
diperas-peras oleh vaginamu, terus terang Bapak
barukali ini merasakannya, Aidah enak sekali.”
Kataku
“Aahhh ahhh ahhh Mmmhhss Sshhtt ennnakk ppakk!!”
Desah Selly
Ia bergaya melompat2 memompa kontolku dengan kuat.
“Sayang pelan2 aja, aku masih mau menikmati
memekmu! Ooohhh”
Desahku
“iyah pak, selly udah gak tahan aahh”
Katanya
“AAAHKKKSSS SAKIIITTT PAKK!!”
Teriaknya
Setengah jam kemudian, aku merubah posisi dengan batang kemaluanku masih di dalam memek Selly, aku duduk dan kuangkat tubuhnya lalu kubaringkan tubuhnya di sisi tempat tidur dengan kaki Selly menggantung, kutindih tubuhnya sehingga membuat sodokan batangku jadi lebih terasa ke dalam lagi masuk vaginanya.
“Aakkhh.. aakkhh, iya Pak enakan gaya gini.”
Katanya
Payudaranya yang mancung dan puting yang agak kecoklatan sudah kucium, kuremas dan kusedot-sedot.
15 menit kemudian kami ganti posisi lagi, kali ini kami berposisi doggie style, liang vaginanya kusodok oleh batang kemaluanku dari belakang, Selly menungging aku berdiri. Kuhentak batanganku masuk lebih dalam lagi ke Memek Selly yang hampir 15 menit kemudian Selly menjerit.
“Akhh.. arghh.. sshh.. sshh.. Pak,
Aidah keluar nih.. akhh.. sshh..”
Katanya
Keluarlah cairan dari vagina Selly yang membasahi dinding memeknya dan batang
kemaluanku yang masih terbenam di dalamnya sehingga vagina itu agak licin,
tetapi tetap kusodok lebih keras lagi hingga 20menit kemudian aku pun berasa
ingin menembakkan cairan dari kemaluanku.
“Selly aku keluaurin didalam yah sayang,”
Kataku
” Pak.. keluarin di dalam saja yach.. saya mau
cobain kehangatan cairan Bapak, dan saya kan
siap jadi ibu ke dua.”
Katanya
“Crroott.. croott.. crroott..”
Keluarlah cairanku membasahi liang vagina Selly, karena banyaknya cairanku hingga luber dan menetes ke paha Selly. tak kuabirkan batangku lepas dari memek nikmatnya. kugenjot lagi memeknya dengan kencang dan kerass
“Aawww.. aawww.. sshh.. sshh.. aawww.. sakit..
Pak.. memekk Selly .. sakit awww.. aawww..”
Desahnya
“Sabar sayang nanti juga enak.. sayang.. tahan ya..
sakitnya.. sebentar lagi..”
kataku
Kupeluk tubuh Selly dan menenangkannya dari rasa sakit
Pada vaginanya yang dihujam
batang milikku yang memang super besar.
Sodokkanku pada vagina Selly kupelankan 10 menit kemudian Selly merasakan
kenikmatan.
“Ahh.. ahh.. arghh.. arghh.. Pak.. sekarang tidak sakit lagi..
sekarang jadi enak.. aahh.. aahh..”
Desahnya
Hampir setengah jam kemudian tiba-tiba Selly mengeluarkan cairan dari dalam memeknya Selly lemas lagi.
“Arrgghh.. Pak.. Selly .. lemmaass..”
Desahnya lagi
“Crroot.. crroott..”
“Ssshh.. sshh.. aahh.. nikmatnya.. vagina.. gadis ini..”
Kataku dalam hati
Langsung kucabut batang kemaluanku dari Memek Selly dan kubaringkan Selly. Sisa cairan yang masih melekat di memeknya Selly kulap dengan bajuku hingga bersih, sesudah itu kurapihkan pakaian Selly dan kubiarkan Selly yang masih pingsan tidur di Sofa, aku lalu membersihkan badanku sendiri.
Aku lakukan sudah hampir 3 bulan lamanya merasakan kenikmatan dari dua perempuan di dalam rumahku,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar